---
Bagaimana ceritanya bisa sampai di pekerjaan sekarang?
Abi: Latar belakang pendidikan saya dari Manajemen Informatika. Tapi, saya memulai karir dari penyiar radio di Hard Rock. Menurut saya, kerja di radio itu yang membentuk saya. Soalnya, kita ngurusi semua hal. Mulai memproduksi acara, promosi, bikin kontrak, serta bagaimana bertemu banyak orang.
David: Saya dari Desain Komunikasi Visual. Tapi, dari dulu saya suka mencoba berbagai jenis pekerjaan baru. Saya pernah jadi fotografer, kerja di event organizer, sampai akhirnya jadi penyiar radio Colors. Benar kata Abi, radio itu yang mengajari kita banyak hal. Terutama, membuat even serta promosi.
Arga: Kalau latar belakang akademik, saya dari Hukum. Sebelum yang sekarang, saya juga sudah pernah menjalani pekerjaan sejenis. Tapi, waktu itu lebih banyak bikin acara tur promosi produk. Terus saya juga masuk di My Radio selama dua tahun. Lalu di IALF mengurusi relation internal maupun external. Karena saya ingin peluang karir yang lebih besar, saya masuk ke yang sekarang.
Hendra: Wah saya beda dengan ketiga orang ini. Saya dari Desain Komunikasi Visual. Tapi, passion saya emang di bidang yang ini. Dulu saya pernah jadi desain produk di sebuah perusahaan consumer goods, tapi kurang menantang. Baru sekarang ini saya menikmatinya. Rasanya saya menemukan pekerjaan yang saya sukai. Bertemu banyak orang.
Pernah kesulitan menghadapi klien yang rewel?
David: Saya ini tipenya mudah marah. Tapi, kalau di hadapan klien, saya tidak pernah marah. Harus senyum. Baru setelah klien pergi, saya langsung ke kamar mandi. Teriak atau menghantam tembok. Atau, kalau misalnya lagi di kantor. Saya diam saja di meja. Nggak mau bicara dengan siapa saja. Biasanya orang-orang di sekitar saya hapal, kalau lagi diam, itu tandanya saya lagi marah.
Hendra: Kalau saya beda. Saya bukan orang yang gampang marah ya. Nggak tahu. Katanya orang-orang sih, saya punya kelebihan. Jadi, kalau ada yang telepon dan mau marah-marah, setelah dengar suara saya, langsung nggak jadi marah. hehehehe. Tapi, karena pada dasarnya saya bukan pemarah, jadi ya nggak masalah.
Abi: Saya juga seperti Hendra, bukan tipe yang emosian. Kalau ada klien yang komplain, dengarkan dulu. Jangan langsung dijelaskan, nanti bisa semakin marah. Kalau kemarahanya sudah reda, baru dijelaskan begini begitunya. Kalau untuk meredakan emosi, saya biasanya mendengarkan musik apa saja yang lagi saya senengi saat itu.
Arga: Saya ini orangnya mudah emosian dan suka langsung menunjukkannya. Misalnya, saya lagi marah sama seseorang, bagaimana caranya saya berusaha menunjukkan ke orang tersebut kalau saya marah. Entah diam atau apa. Kalau dulu, mungkin saya berani adu fisik. Tapi sekarang sudah enggak lagi. Kalau berhadapan dengan klien yang marah, lihat dulu permasalahannya. Dia punya bukti konkret nggak. Kalau enggak ya sudah.
Setelah menekuni pekerjaan ini, ada perubahan sifat?
Abi: Perubahan sifat rasanya sih enggak. Tapi, saya jadi punya banyak teman. Menurut saya, kalau bisa menjadikan klien kita sebagai teman, akan lebih mudah kalau harus melakukan pendekatan. Dengan banyak teman, kita jadi lebih banyak memahami karakter orang yang berbeda-beda.
Arga: Saya jadi terbiasa detail. Hal sekecil apapun jadi perhatian saya. Teman saya sampai bilang saya Obsesive Compulsive Disorder. Jadi, kalau semuanya tidak sesuai dengan harapan, saya bisa marah-marah. Khusus untuk pekerjaan saya sendiri, saya selalu perfeksionis.
David: Saya mungkin belajar untuk menahan emosi. Menurut saya, semakin tinggi jabatan, semakin menuntut orang itu mampu mengontrol emosinya. Kalau dulu mungkin saya marah bisa ngaploki orang. Kalau sekarang saya nggak mungkin ngaploki anak buah kan. Bisa dituntut saya. Biasanya sih, bos dan beberapa rekan senior yang menjadi role model saya. karena aya lihat, mereka memiliki kematangan emosi yang bagus. Padahal mereka mengawali karir seperti saya.
Hendra: Saya apa ya? Nggak ada perubahan yang terlalu bagaimana begitu. Pekerjaan saya dilakukan bareng-bareng. Jadi, saya juga belajar ke teman lain bagaimana caranya mengayomi orang, menghargai orang. (any/nda)
Arga Brahma (Arga)
Single, 26 tahun
Event Coordinator & Media Relation Tunjungan Plaza Surabaya
David Hutani (David)
Single, 29 tahun
Marketing Manager Hartono Elektronika
Hendra Linanda (Hendra)
Single, 27 tahun
Marketing Communication Ciputra Golf, Club & Hotel
Abi Dinarta (Abi)
Single, 28 tahun
Marketing & Promotion Celebrity Fitness
Sumber : jawapos
Tidak ada komentar:
Posting Komentar